• BELAJAR AGAMA ITU HARUS PADA TEMPAT YANG MAKRUF


    Kita belajar Ilmu Dunia (sekolah/kuliah) untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia, kemjuan Teknologi, modernisasi, permainan politik, perrmainan hukum, pergeseran nilai budaya, bahasa dunia, materealistik, dll. sehingga kita tidak menjadi objek eksploitasi oleh perubahan jaman itu sendiri. 

    kita belajar ilmu agama (di Dayah/Pesantren/Pondok/Madrasah/Majelis Ta'lim) Agar segala ibadah kita ke
    pada Tuhan sebagai Wujud cinta dan Ketaqwaan berjalan lurus seperti halnya yang di ajarkan Oleh Allah Ke Pada Jibril- ke Pada Rasul Muhammad SAW-Sahabat -Tabi'-Tabi'in - hingga ULAMA AKHIRUD ZAMAN yang muktabar yaitu melalui Kitab-kitabnya hingga sampai kepada kita hari ini yang belajar, yang tidak belajar ya tidak sampai juga, kalau belajar di internet (bkn online/langsung dg nara sumber yang muktabar) di khawatirkan sesat, karena internet tempat segala macam versi di tampillkan jika tidak ada pemahaman dasar agama pasti tidak tahu mana yang benar mana yang salah, seharusnya jika mengambil sumber internet jika ada satu artikel mengatakan salah/haram dalam satu masalah cari artikel yang mengatakan boleh untuk perbandingan kemudian jika ragu ambil yang mana.... ya biasa sich ragu karena semua artikel punya hujjah / alasan masing2 maka tanyakan pada ulama lewat rubrik online, itupun cari ulama muktabar (yang sudah di akui kealimannya dan kesholehannya oleh orang sholeh bukan oleh orang dungu).
    seperti saya punya kawan kawannya punya teman, temannya punya kawan lagi, katanya dia sekarang uda suka panjanganin Jenggot (ga salah sich manjangin jenggot tp yang Majhur aja), Dia bilang maulid bid'ah, sholat taraweh 20 bid'ah, tahlilan bid'ah, talqin bid'ah, ziarah kubur bid'ah dll, padahal ayah ibunya orang alim, ini salah satu contoh korban belajar Agama di internet tanpa melakukan uji banding, dia pakai sistem langsung asal patuk dan amalkan, karena kebanyakan orang Awam sering terpaku pada Terjemahan ayat dan Hadis yang di tampilkan oleh para penulis pada Blognya kita yang membaca tidak tahu asbabul nuzul ayat dan asbabul wuruzd hadis yang di kemukakan itu akan menerima begitu saja, maka sesatlah, karena setiap ayat dan hadis ada asbabul nuzulnya, dan asbabul wurudnya, semua sesuai kejadian jgn asal comot sesat jadinya, ibarat orang bisa bawa mobil tapi rambu2 lalu - lintas tidak faham ya nabrak lah,
    maka berbeda dengan belajar di pondok kita tak perlu lagi bertanya ini ayatnya mana, hadisnya mana pak kiyai ?? karena segala sumber yang kita pelajari uda muktabar, terpercaya secara turun temurun di akui orang banyak misal kami di pondok belajar kitab tauhid (kifayatul awam). semua pesantren tradisional di Indonesia, Asia tenggara, yaman, medinah tahu kitab kifayatul awam dan tidak ada yang bilang "oo itu kitab sesat !


    kita tahu Hadis karena ada ulama, mereka yang menulis dalam kitab2 nya, ada Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Nasa'i, sunan Ibnu Majah, imam Tarmidzi dll. sungguh jika para imam ini tidak menulis Hadis dalam Kitab2nya,maka kita yg hidup di akhir zaman tidak tahu apa2>
    begitu juga dlm bidang Fiqh ada imam mazhab yang empat yang di sebut Mujtahid Mutlaq (Abu Hanifah, Imam Malik, imam Muhammad Bin Idris Asy syafi'i, imam Hambali) dan ada mujtahid Tarjeh imam Nawawi, 
    kEMUDIAN ada imam syeh Ramli, imam sayuthi, ibnu Hajar Al Haitami, ibnu ziyad imam Subqiy, Al Adra'iy, rafi'i, az-zarkasyiy dll banyak sekali maka lewat para ulama-ulama inilah kita Faham akan Ibadah mulai dari tata cara Thaharah (bersuci dari hadas, najis) yang benar sampai dengan syarat - Rukun nya dalam tiap2 ibadah, sehingga kita pun tahu ibadah kita sah atau tidak secara syariat, kalau secara hakikat ITU hak Allah ! merekalah yang mampu mensyarah Ayat 2 Al-Qur'an Dan Hadis, karena ketinggian ilmu mereka yang kemudian di tulis dalam kitab-kitab nya dan pendapat-pendapat mereka akan kita temukan dalam kitab Bajuriy, ianatut thalibin, mahalli, tuhfah dll, ada juga dalam sabilal muhtadin, matlail badren, shirus shalikin, dll.
    Nah sekarang yang banyak orang sesat karena ada para ustad kebanyakan lepasan ***** salah ambil jurusan mungkin lalu mensyarah sendiri ayat2 dan hadis Nabi versi logikanya, walah.... padahal sudah ada mujtahid mutlaq dan mujtahid tarjeh, sungguh ilmu kita tak akan bisa menyamai ketinggian para ulama itu, jadi tidak perlu congkaklah buat-buat ajaran versi sendiri. jika pun mereka mungkin karena uda kurang waras agamanya berlaku demikian, maka kita yang masih waras agama jangan mengikutinya, ikuti saja ulama muhasabit zaman yang sudah teruji kealimannya.>



    kemudian ada imam Abu Hasan al Asy 'ariy dan Abu Mansur Al Maturidiy dalam lingkup Ilmu Tauhid/Ilmu kalam, di dalamnya ada imam Sanusi dll. sehingga kita pun Tahu sudah benarkah iman kita kepada Rabb kita, sampai ketika kita mengatakan kita ini orang beriman bukan hanya pengakuan buta semata tapi benar berdasarkan ilmu kalam, karena ulama Tauhid mengatakan wajib bagi setiap Mukallaf Paham akan Aqidah Yang 50.
    jika tidak, imam sanusi berkata imannya tidak di terima, jika demikian sholatnya raddu, puasa raddu, zakat Raddu, Haji Raddu = tertolak. kerena islam tidak mengenal taqlid buta seperti kristen.
    ketika kita katakan Tuhan satu maka harus ada dalilnya.
    Kemudian dalam tasawuf ilmu yang mempelajari tentang adab kita kepada Rabb kita ada imam Ghazali, ada imam Junaed Al-Bagdadi dan para ulama lain yang sejalan dengannya.



    Agar ketika kita baca IHDINAS SHIRATHAL MUSTAQIM "Tunjukilah kami jalan yang lurus" kita pun sedang berusaha ke arah sana, jangan minta banyak rizki sama Allah, jika km tidak mau bekerja.
    Jangan berharap jalan yang lurus jika kita malah selalu memilik jalan yang bengkok !



    Kalau hendak menuju jalan yang lurus... benerkan islam mu, betulkan Iman mu, dan Kamu Punya adab dengan Rabb mu, maka kamu sedang menuju jalan yang lurus ! 
    insya Allah kita selamat !!
  • You might also like

Pembaca Hari Ini

Cari Artikel Disini

Apakah Menurut Anda Jokowi - JK Sudah Menepati Janjinya Seperti Apa Yang Dijanjikan dimasa Kampanye

islam dan muslim

Allah berfirman :
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّØ°ِينَ آمَÙ†ُوا اتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ Ø­َÙ‚َّ تُÙ‚َاتِÙ‡ِ Ùˆَلا تَÙ…ُوتُÙ†َّ Ø¥ِلا ÙˆَØ£َÙ†ْتُÙ…ْ Ù…ُسْÙ„ِÙ…ُونَ
Dan janganlah Kamu Mati Kecuali Dalam Keadaan Muslim / Beriman !
itu janji muslim yang harus dipegang kuat-kuat.